Sunday, 5 May 2013

Keadaan X.5

     Banyak siswa di SMAN 5 Malang ini tau tentang X.5 , yaitu kelas yang berwali kelas Mr. VIP atau yng biasa di panggil Bpk. Tavip. Tapi bukan itu yang membuat sebagian besar anak sekolah ini mengenali kelasku ini, tapi karna kelasku ini kelas yang GAK KOMPAK .
Awalnya kelasku ini sama seperti kelas-kelas lainnya, masih diem-dieman karna gk kenal. Aku mulai berharap kalo kelasku ini akan menjadi kelas yang bakal dikenal karena kekompakannya. Tapi hidup ini gak seperti mimpi yang bisa sesuai dengan keinginan. Kelasku gak kompak seperti harapanku. Aku gak ngerti apa yang buat kelasku jadi seperti ini. Tapi menurut analisaku *bahasa yang tinggi* mereka belum bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing anak (meskipun beberapa ada yang bisa). Tak lama kelasku mulai bergolongan dengan anak-anak yang mungkin mempunyai sifat yang sama.
     Lama kelamaan perpecahan kelasku semakin menjadi-jadi. Anak-anak kelasku mulai bermusuhan. Padahal karena hanya masalah yang sepele seperti berebut kursi, tidak piket, salah paham ,dll. Selama kelas lain mulai kompak, kelasku malah makin memburuk. Bahkan kelas lain sudah berlibur bersama 1 kelas dan itu membuatku iri. Kelas yang membuatku iri adalah kelas 13 (jika kalian tahu maksudku). Aku tidak tau apa pikiran teman-teman kelasku juga mempunyai pikiran yang sama sepertiku.
     Keadaan itu berubah setelah adanya jam kosong. Awalnya aku dan teman-temanku hanya bercanda seperti yang biasa dilakukan sebagian besar murid-murid saat jam kosong *mungkin lebih tepatnya semua*. Lalu aku iseng-iseng ngumpulin semua anak-anak kelas bareng. Tapi ternyata mereka mau dan langsung berkumpul. Kami mulai membicarakan tentang kelas kami yang gak kompak untuk ngebangunnya dari awal. Awalnya masih banyak yang gak mau ngomongin, tapi temanku(tepatnya sahabat yang kuanggap sebagai adik) mulai membicarakannya dan mengusulkan untuk mengatur tempat duduk secara acak. Banyak yang kurang setuju dengan hal itu (terlihat dari muka) bahkan ada yang langsung menolaknya dengan blak-blakan hanya karena ingin duduk di depan. Sebut saja Aulia(disamarkan) yang menolaknya. Tapi salah satu per satu dari kami mulai menyetujuinya setelah ditegaskan sekali lagi.
     Penempatan tempat duduk pertama yaitu dengan undian. Satu persatu anak maju untuk mengambil undian itu. Pengambilan undian itu menurut absen, jadi tidak ada yang terlewat atau curang. Setelah semuanya tersusun, kami tidak langsung menempati tempat duduk pada hari itu juga karena dikarenakan *mbulet* sudah bel untuk pulang. Jadi mulai di gunakan setelah 2 hari dari pengundian itu.
     Selama seminggu ini kami sudah merasakan manfaatnya karena kelas kami mulai kompak dan seperti tidak ada ganjalan untuk bersosialisasi seperti sebelumnya. Kelas kami mulai membaik lebih cepat dari yang kupikirkan. Bahkan kelasku sudah mulai mengejar ketertinggalan dari kelas lain karena pecah belahnya kelasku dulu. Tenyata hidup ini memang seperti roda dan kini keadaan kelas kami mulai naik. Sebenarnya kita bisa melakukan apa saja asalkan kita mau berusaha. Seperti nama blog ini "Everything is Possible"

No comments:

Post a Comment